hatimu telah memikatku, rerimbun hijau
biji-biji penuh harap, Ginko Billoba
menuju liat daya ingat, bersinar cerlang
porselen-porselen cantik, Schillerstraße
kedalaman jantung Rococco dan Barok, tawarkan pesona
berdiri dalam bayang, bangunan tua
di sela bebangku kafe aroma sedap, menyusup menggoda
Faust dan Margarette, lihatlah mereka
terbenam dalam gelak, mencumbu canda
hingga Mephisto berduka, terinjak di tapak para pejalan
di seberang jalan, sayup syair mengalir
anak panah, apel, anak kecil, dan sang pemanah; Wilhelm Tell
riuh sang tiran telah tumbang, Albrecht Gessler
dalam peluk musim panas, Schloss Belvedere
cekam telah terkubur, di kaki elok bangun istana
engkau bersiul merdu, kecantikan kupu-kupu
rinduku menderas, amuk bersama nyanyian
Sebastian Bach merenda angan
─sebuah persuaan.
210618-kdp
143 Kalangkang_Kahar Dp