Lonceng

─terkenang Karl Georg Büchner

Rembulan berkerubut kunang
mereka makan sebagian
hingga lengkung redup tak kentara
di kejauhan, awan bergelombang
menghadang sinarnya
kira malaikat sedang membakar kemenyan
dari surga
Air mata rembulan, dan cahya bening bercucuran
di atas danau, keriap binatang-binatang malam
Inikah burung cinta dan kuda astronomi?
wanita tenggelam dada bidang
seperti banteng, janggut lebat seperti singa
dan wanita sesungguhnya
lonceng neraka
ia pemburu tepian Rhine
melewati hutan berpacu kuda
pisau itu terlempar air, tenggelam seperti batu
bagaimana musim panas akan datang
dan orang-orang berlomba mencari kerang
siapa akan mengenali?
Woyzeck, harusnya engkau patahkan tadi.
Air mata rembulan, dan kabut di mana-mana
Kumbang air riang beterbangan
seperti bunyi lonceng pecah.
di tepi danau, orang-orang meriaki seorang bocah

bermain kuda-kudaan dan bersorak,
“Hip hip hurraaa…”
dan teriak orang-orang semakin kencang,
“Hoi, ibumu telah mati”.
050518-kdp

Kalangkang_Kahar Dp….136

Leave a comment