Nyanyi


─untuk gadis Loreley

sekejap aku terpana,
pada nada-nada melenting di bebatuan, dinding kanan.
cadikku pelan melaju di kepekatan alir.
senja semakin temaram dan ku lihat engkau.
gadis Bacharach di ketinggian. tentu dirimu bukan bidadari.
sosok menawan duduk di atas batu. di cincin lembah, di bibir
Rhine.
ku lihat engkau, dari kejauhan. menyisir pelan rambut panjang:
keemasan.
sesekali engkau berjingkat, telapak tangan memayung mata.
melihat kejauhan.
jauh di seberang, puri Katz megah di seberang. memicing mata,
kira kekasih hati duduk di atas kendara.
sementara sayupmu masih menggelora, memeluk tebing,
mengiris arus, menusuk kedalaman
hingga air berputar-putar dan cadikku seakan terlempar.
nada-nada yang bersayap , melayang
dari ketinggian. seperti mantra yang tak bisa ku tirukan.
melenting dan menghantam tebing.
gaung-gaung bersusulan. memenuhi ceruk hingga perlahan
melepaskan sayapnya dan menyelam. hingga hilang dalam pusaran.

mulut mungil memanggil-manggil. usaikan tatap sebelum
senja tenggelam. engkau yang percayala pada palung itu. dan
ia yang akan menemu kehilangan. nyanyi bersama
pecadik-pecadik karam.
kekasih sejati, tak lagi mampu hargai: keberadaan.
290618-kdp

149 Kalangkang_Kahar Dp

Leave a comment