Pada masa awal penemuan sepeda motor, yakni akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, pengendara dihadapkan pada permasalahan guncangan hebat saat ia berkendara di atas jalan berbatu atau jalan berlubang. Para ahli lantas berpikir keras mencari cara untuk meredam guncangan tersebut dengan memikirkan bagaimana as roda belakang dapat bergerak bebas sekaligus dapat bertumpu erat pada kerangka motor. Gerakan berayun dipercaya dapat meredam goncangan akibat kualitas jalan yang buruk. Adalah Guzzi bersaudara berkebangsaan Italia, Carlo Guzzi dan Giuseppe Guzzi, pada 1928 menemukan teknologi swingarm: dua batang besi yang menghubungkan as roda belakang dan struktur rangka di depan ban. Itulah lengan ayun, sebuah lengan yang berbeda dengan lengan manusia. Tanpanya, Endank Soekamti pasti ragu untuk beraksi memintasi jalanan atau bahkan sekadar menyanyikan “Kuda Besi”
Kuda besi tak berhenti
Tak pernah lelah terus mencari
Kuda besi pemberani
Tak pernah ragu untuk beraksi
lengan ayun n bagian dr struktur rangka sepeda motor yg menopang fungsi suspensi belakang, berupa batang besi yang mengikat as roda belakang dan struktur rangka di depan ban yg dapat bergerak mengikuti kontur jalan dan beban muatan; capit udang
capit udang n lengan ayun